57. RESONANSI JIWA : CATATAN KEHIDUPAN

Resonansi Jiwa Catatan Kehidupan

Suatu ketika ada sepasang pengembara yang sedang melakukan perjalanan dengan melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang hanya ada horizon pasir yang terbentang. Dan tapak-tapak kaki yang ada di belakang mereka membentuk jejak-jejak yang tak putus. Susunannya meliuk-liuk tampak seperti kurva garis yang berujung disetiap langkah yang mereka lalui.

Sesekali debu pasir menerpa tubuh dan membuat mereka berjalan menunduk agar terhindar dari badai kecil itu. Tiba-tiba ada sebuah badai besar yang datang, hembusannya sangat kuat. Membuat tubuh mereka bergoyang dan limbung. Mereka pun saling berpegangan sehingga dapat bertahan dari badai itu.

Namun ada musibah lain yang menimpa mereka. Bekal minuman mereka terbawa oleh badai. Dan di dalam fikiran pengembara tadi mereka akan mati kehausan di padang pasir yang luas.

Akhirnya keduanya pun duduk termenung menyesalkan hilangnya bekal minuman mereka. Lalu seseorang dari mereka tampak menulis sesuatu di atas pasir dengan ujung jarinya. Goresan yang ditulisnya adalah “Kami sedih, kami telah kehilangan bekal minuman kami di tempat ini”.

Melihat tulisan itu pengembara yang lain tampak bingung namun tetap membereskan perlengkapannya. Tak lama kemudian badai pun usai. Dan keduanya pun melanjutkan perjalanan.

Setelah lama menyusuri padang pasir mereka melihat sebuah oasis di kejauhan “Wah kita selamat kawan, lihat ada air disana. Ayo kita lihat mudah-mudahan ini bukan fatamorgana” Seru si pengembara tadi.

Setengah berlari mereka menuju ke arah air itu dan memang ada sebuah kolam kecil dengan air yang cukup banyak. Keduanya pun minum dengan sepuas-puasnya. Dan mengambil sisanya untuk bekal perjalanan.

Sambil beristirahat sang pengembara mulai menulis sesuatu. Pisau yang digenggamnya dipakai untuk memahat sebuah batu yang bertuliskan “Kami sangat bahagia saat ini, kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini”.

Merasa bingung dengan tingkah sahabatnya itu pengembara yang lain mulai bertanya “Hei mengapa kini engkau menulis di atas batu? Sementara tadi engkau menulis diatas pasir saat kita kehilangan bekal minuman”.

Mendengar pertanyaan sahabatnya sang pengembara pun menjawab “Teman saat kita mendapatkan kesusahan tulislah semuanya itu di atas pasir. Biarkan angin keikhlasan akan membawanya jauh dari ingatan. Biarkan catatan itu kan hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya hilang, lenyap dan pupus. Namun ingatlah saat kita mendapatkan kebahagiaan pahatlah kemuliaan itu di atas batu agar tetap terkenang dan membuat kita bahagia. Torelah kenangan kesenangan itu dalam kerasnya batu agar tidak ada sesuatu yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagian itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan”.

Akhirnya kedua sahabat itu tersenyum, bekal minuman mereka telah cukup. Dan mereka kembali meneruskan perjalannya.


Untuk mp3 nya silahkan download di link berikut ini:
Resonansi Jiwa : Catatan Kehidupan mp3

Cerita Resonansi Jiwa Terbaru

0 Response to "57. RESONANSI JIWA : CATATAN KEHIDUPAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel